ROHUL HARI INIROHUL PERISTIWA

Diduga Gudang BBM di Kumu Deli Terkesan Dapat Restu, Warga Pertanyakan Kinerja Polres Rohul

Inirohul.com, Rambah Hilir – Keberadaan gudang bertembok tinggi yang dilengkapi CCTV di Kumu Deli, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, persis di dekat Posyandu, diduga kuat menjadi lokasi penimbunan BBM bersubsidi. Aktivitasnya berlangsung terang-terangan dan terkesan kebal hukum.

BBM tersebut diduga dilangsir dari SPBU di Jalan Lintas Simpang Kumu – Dalu-Dalu yang jaraknya tidak jauh. Akibatnya, antrean panjang kendaraan di SPBU tersebut menjadi pemandangan sehari-hari dan dikeluhkan warga.

Gudang tersebut dikelola pria berinisial ML. Adapun sosok berinisial RI yang diduga merupakan salah satu ketua organisasi kepemudaan di Rohul, disebut-sebut warga memiliki keterkaitan dengan aktivitas gudang tersebut. Namun hal ini masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah. Selain dianggap mengganggu, aktivitas langsir BBM itu membuat warga kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami kalau mau isi solar susah bang, antre berjam-jam. Katanya habis, tapi kok ada mobil bolak-balik bawa jerigen ke gudang itu. Kami yang petani ini yang dirugikan,” ujar seorang warga Kumu berinisial AS kepada Inirohul.com, Rabu (14/10/2026).

Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya pun mempertanyakan keberadaan gudang yang sudah lama beroperasi namun tak pernah tersentuh hukum. “Heran kami, gudangnya jelas di pinggir jalan, pakai tembok tinggi, ada CCTV, dekat Posyandu lagi. Sudah lama buka tapi aman-aman saja. Makanya kami menilai terkesan dapat restu. Kalau tidak, mana berani. Kami minta Pak Kapolres Rohul turun langsung. Cek saja gudang itu. Kalau memang penimbunan, tindak tegas,” timpalnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola gudang dan Kapolres Rohul belum berhasil dikonfirmasi. Inirohul.com masih berupaya meminta hak jawab dan akan terus mengawal kasus ini. (Tim/IR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button